Indomen Jakarta, Tempat Cobain Ramen Versi Indomie

Indomen Jakarta, Tempat Cobain Ramen Versi Indomie

[ad_1]

Awalnya, saya sedang mencari restoran ramen Jepang asli saat berada di Mall Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta. Namun, restoran Indomen di lantai LG (lower ground) ini terlanjur menarik perhatian saya ketika tak sengaja melewatinya. Seperti apa serunya kulineran di sini? Simak ulasan perjalanan saya.

Desain Eye Catching

Indomen
tampak muka Indomen (c)nydiasusanto/travelingyuk

Desain di Indomen terbilang eye catching. Bagaimana tidak? Mulai dari jenis huruf pada logonya sampai warna merah dan birunya identik dengan komik Superman. Padahal ilustrasinya lebih bersifat tradisional yang digabungkan dengan kolase foto makanan dan foto jadul.

Konsep tampak luarnya pun menampilkan perpaduan antara ramen shop Jepang dan warung lokal dengan penggunaan bahan kayu di konternya dan jendela yang ramai dengan tulisan aneka menu.

Indomen
ruang outdoor (c)nydiasusanto/travelingyuk

Indomie Ramen

Indomen
Indomie Ramen Creamy Milk (c)nydiasusanto/travelingyuk

Tujuan utama kedatangan saya adalah mencicipi hidangan yang tidak umum ditemui di warung Indomie lainnya, yakni indomie ramen versi Indomen. Bila suka pedas, kamu bisa pilih antara ranjau, nuklir dan gila.

Untuk orang seperti saya yang bukan penyuka pedas, telur asin, original, bakso dan creamy milk dapat menjadi alternatif. Namun jangan kuatir, Teman Traveler. Keempat menu yang disebutkan tadi juga bisa disajikan dalam versi pedas kok, mulai dari level 1 hingga 5.

Akhirnya, pilihan saya jatuh ke creamy milk. Sesuai namanya, kuah versi original yang menggunakan kaldu ayam ditambahkan dengan susu sehingga warnanya sedikit lebih putih kekuningan.

Penampilan ramen versi indomie ini benar-benar mirip ramen dari negeri asalnya, dengan irisan daging ayam rasa teriyaki, telur rebus yang kuningnya setengah matang, dan daun bawang. Seharusnya terdapat garnish rumput laut di pinggir mangkoknya sesuai di foto, tapi entah kenapa saya tak mendapatkannya pada hari itu.

Kuah creamy milk ini unik juga sih, gurih dengan sentuhan rasa sedikit manis tanpa bikin kamu eneg. Ternyata, indomie cocok juga dijadikan mie-nya ramen.

Selain creamy milk, original, yang lebih gurih kuahnya, dan ranjau, yang disajikan komplit dengan bakso, sate kulit, chasiu ayam, telur dan sambal nuklir, adalah best seller untuk kategori indomie ramen.

dscf0011_ty_GRc.jpg
Suasana sore (c)nydiasusanto/travelingyuk

Tentunya, indomie ramen bukan satu-satunya yang ditawarkan di Indomen. Untuk ropang, atau roti panggang, kamu bisa memilih antara ovomaltine keju oreo, kornet special, tuna mayo serta nutella skippy oreo.

Kalau ingin mie goreng, ada yang dengan sambal matah, saus rendang, keju telur atau nuklir. Aneka nasi pun juga jual kok, misalnya nasi kulit geledek, ayam geprek mozarella, atau nasi goreng gila.

Bagaimana kalau lagi ngga mau makan yang berat-berat? Sate taichan dengan topping mozarella-nya yang bikin penasaran serta camilan-camilan seperti sistagor, cumi geledek, popcorn chicken patut dicoba.

Kesegaran Maksimal Berkat Yakult Drinks

dscf0023_ty_7oh.jpg
Lychee yakult (c)nydiasusanto/travelingyuk

Ilustrasi dan presentasi aneka minuman racikan dari sparkling soda, Italian soda – alias aneka minuman buah punch, jus, kopi, breeze hingga yakult memang bikin penasaran dan menggugah selera.

Lychee yakult adalah salah satu minuman unggulan di warung Indomie yang beroperasi sejak 1,5 tahun lalu ini. Juga favorit saya karena keseimbangan antara rasa asam yakult dan manis segarnya leci, sangat cocok menjadi pelepas dahaga setelah menyantap kuah yang creamy.

Cara minumnya mudah saja, dengan mencabut botol yakult yang terbalik dari tancapan sedotan, kemudian menuangnya ke dalam gelas yang sudah berisi campuran sirup leci.

Makan di Mall dengan Harga Warung

dscf0018_ty_pR9.jpg
Salah satu pilar dengan ilustrasi yang menarik perhatian (c)nydiasusanto/travelingyuk

Harga rata-rata setiap menu yang ditawarkan di Indomen dijamin ramah kantong, antara Rp12.000an hingga Rp30.000an per porsinya. Harga ramennya pun pasti lebih murah daripada di restoran Jepang pada umumnya, dengan harga tertinggi yang masih dibawah Rp35.000an.

Saya menghabiskan sekitar Rp60.000an per untuk indomie ramen creamy milk dan lychee yakult. Tentunya ini sangat terjangkau untuk ukuran makan di mall, walaupun ada juga yang berkomentar bahwa harganya masih tergolong agak mahal untuk ukuran warung indomie. Maklum saja, Teman Traveler, lokasinya saja di mall yang biaya operasionalnya lebih tinggi daripada ruko dan warung tenda.

Selain kualitas hidangan, faktor kenyamanan dan keunikan atmosfer Indomen membuat milenial hits Jakarta tertarik untuk datang. Teman Traveler sendiri kapan ke sini?

Tags

Indomen Jakarta

Indonesia

Jakarta

kontributor

kuliner

kuliner jakarta

Travelingyuk

[ad_2]

Source link