Penulis: AKDSEO

Article Coffee, Kafe Monokrom dengan Atmosfer Tenang Memanjakan

[ad_1]

Malang kian hari semakin disesaki banyak kafe dan tempat ngopi hits. Salah satu yang belakangan cukup menarik perhatian adalah Article Coffee. Tak seperti kafe pada umumnya, tempat ini sajikan atmosfer tenang yang memanjakan. Yuk, kita simak ulasannya bersama.

Berada di Jantung Kota

Article Coffee malam hari via Instagram.com/articlecoffee

Article Coffee beralamat di Jl. Retawu no. 4, Oro-Oro Dowo, Klojen. Sebagai patokan, tempatnya berada tak jauh dari area belakang Museum Brawijaya. Jam operasionalnya sendiri dibedakan menurut hari buka.

Saat hari kerja, Article buka mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Sementara untuk Sabtu, mereka tutup lebih lama, hingga pukul 00.00. Beda lagi saat Minggu karena kawasannya jadi bagian dari kegiatan Car Free Day. Mereka baru akan buka pukul 10.00 dan tutup pukul 22.00. 

Suasana Super Cozy dan Tak Bising

Konsep minimalis monokrom yang modern via Instagram.com/articlecoffee

Kafe ini adalah jawaban dari doa Teman Traveler yang mencari tempat ngopi dengan atmosfer tenang di Kota Bunga. Hal ini sekaligus jadi poin istimewa lantaran Article terletak di pinggir jalan besar. Pas banget buat kalian yang sedang ingin ngopi sambil menyelesaikan tugas atau berburu inspirasi.

Chocolate Cake lumer dan nikmat via Instagram.com/articlecoffee

Terdiri dari dua lantai, kafe berlambang pena bulu ini mempersembahkan konsep minimalis dengan

Masjid Tengah Hutan di Desa Bontoloe, Dibangun di Batu Keramat

[ad_1]

Biasanya masjid berada di pinggir jalan atau sebuah perkampungan yang mudah diakses masyarakat sekitar. Berbeda dengan masjid ini, dibangun di tengah hutan. Bahkan katanya dibangun di batu keramat! Penasaran cerita selengkapnya? Yuk, simak perjalanan berikut ini.

Tepat Dibangun di Bekas Batu Keramat

Ilustrasi Batu via Shutterstock

Sedang ramai diperbincangkan di media sosial setelah salah satu akun mengupload perjalanannya menuju masjid di tengah hutan ini. Masjid yang berada di Desa Bontoloe Sulawesi Selatan ini dibangun pada bekas batu besar yang keramat dan angker. Sehingga sering dijumpai banyak sesajen. 

Dibangun oleh Pengusaha Kopi

Ilustrasi Hutan via Shutterstock

Awal mula sering ditemukan sesajen dan dijadikan praktik klenik akhirnya ada seorang pengusaha kopi menjadikannya masjid. Dengan menghancurkan batu besar tersebut, mendatangkan orang dari Papua. Karena warga sekitar tidak ada yang berani menghancurkannya. Runtuhan batu itu digunakan menjadi pondasi masjid oleh tukang dari Jawa Barat. 

Selain itu masjid yang sudah berdiri sejak lima tahun ini memang diperuntukkan bagi para pekerja di kebun kopi, karena dulu kawasan ini adalah perkebunan kopi.

Dibuka Untuk Umum

Masjid di tengah hutan [image source]

Masjid berjarak sekitar 5 km dari pemukiman warga ini dibuka untuk umum. Seperti akun pengupload masjid viral ini, juga datang bersama rombongan. Bisa

Gumuk Sapu Angin, Nikmati Lukisan Alam Indah di Blitar

[ad_1]

Selain Makam Bung Karno, Blitar masih punya banyak potensi wisata menarik lho. Beberapa mengedepankan panorama alam eksotis yang memanjakan mata. Seperti Gumuk Sapu Angin di Desa Resapombo, dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Yuk, simak ulasannya lengkapnya Teman Traveler.

Mudah Dijangkau

img_2894_01_odl.jpeg
Salah satu spot foto Instagramable (c) Tikka Dessy/Travelingyuk

Secara administrafi, Gumuk Sapu Angin masuk wilayah Desa Resapombo, Kec. Doko, Kab. Blitar. Bukit kecil dengan ketinggian 828 mdpl ini cukup mudah dijangkau. Jika Teman Traveler berangkat dari Wlingi atau arah Barat, bisa langsung ambil jalur Doko.

img_2885_01_HWA.jpeg
Spot foto dengan latar tulisan GSA (c) Tikka Dessy/Travelingyuk

Dari Kawedanan Wlingi langsung ke timur dan lanjutkan masuk ke utara. Begitu sampai di pertigaan Jembatan Plumbangan, ambil kanan menuju Doko. Terus ikuti jalan utama hingga melewati hutan dan perkebunan cengkeh.

Buat Teman Traveler yang berangkat dari arah Malang, bisa langsung ambil arah Kesamben. Berikutnya langsung ambil jalur kanan menuju Resapombo.

Pesona Alam Istimewa

img_3035_01_0Iy.jpeg
Panorama alam hijau dan indah (c) Tikka Dessy/Travelingyuk

Gumuk Sapu Angin alias GSA merupakan salah satu destinasi di Blitar yang cukup populer. Dibuka untuk umum sejak 2016, wisata ini termasuk anyar. Meski demikian, kehadirannya dengan cepat memikat hati para wisatawan. Hal ini tak lain karena pesona alamnya yang sungguh

Keasrian Alam di Jurang Senggani, Sendang Tulungagung

[ad_1]

Jurang Senggani merupakan kawasan di lereng pegunungan Wilis, kabupaten Tulungagung, Jawa timur, memiliki keasrian alam hijau khas dengan beragam tumbuhan bunga warna-warni. Begitu cocok untuk bersantai menikmati keindahan dari bukitnya atau menyaksikan air terjunnya. Penasaran lebih lanjut seperti apa? Yuk, simak perjalanannya.

Tempat Wisata yang Ramai Pengunjung

dsc01740_bCp.jpg
Destinasi Jurang Senggani (c) Akbar Dedy P./Travelingyuk

Destinasi wisata yang dibangun diatas tanah seluas 6,2 hektar resmi dibuka pada tahun 2017 lalu, dengan pesona eksotisnya. Berjarak sejauh 26 km dari alun-alun kota menuju barat dan menembus belantara cemara Willis, destinasi yang tepat berdiri di wilayah desa Nglurup.

Tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, dari mulai wisatawan dalam kota sendiri, sampai wisatawan dari luar kota, selalu hadir baik di hari libur ataupun bukan.

Fasilitas dan Wahana yang Lengkap

dsc00679_BEV.jpg
Spot indah bersua (c) destinasi Jurang Senggani foto Akbar Dedy P/Travelingyuk

Dengan mengangkat konsep wisata bumi perkemahan, beragam kegiatan
sering di gelar pada kawasan destinasi ini. Selain itu juga sebagai tempat bersantai sembari menikmati fasilitas spot berswafoto.

Teman Traveler juga bisa menikmati air tejun Jurang Senggani, yang lokasinya setelah memasuki hutan cemara. Air terjun yang menjadi destinasi andalan ini, memiliki ketinggian 50 meter dan berjarak sekitar 4 km dari Bumi perkemahan. Dengan kualitas alami

Itinerari 3D2N Jakarta-Ambon, Serukan Liburanmu dengan Harga Semiring Mungkin

[ad_1]

Apa rencana Teman Traveler dalam menghabiskan liburan akhir pekan? Sudah berencana mau melancong ke destinasi wisata favorit? Nah, kali ini kita akan membahas bersama itinerari 3D2N Jakarta-Ambon yang belakangan ini sedang ramai dicari.

Hari Pertama: Jakarta-Ambon, Transit Surabaya Rp1.800.000

Image may contain: sky and outdoor
Bagian depan Bandara Internasional Pattimura via Instagram/denta_yuliyansyah

Sejauh ini, hanya ada sekitar 1 atau 2 maskapai yang melayani penerbangan langsung Jakarta-Ambon, itupun dengan harga di atas Rp2.000.000. Mau tidak mau kalau Teman Traveler ingin berburu harga murah harus transit di kota tertentu.

Kalian bisa menaiki penerbangan pukul 04.30 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan transit di Bandara Juanda Surabaya (SUB) pukul 06.05 WIB. Di sana Teman Traveler akan langsung diarahkan menuju pesawat yang dituju. Penerbangan akan dilanjutkan pukul 07.35 WIB dan akan tiba di Bandara Pattimura Ambon (AMQ) pukul 12.05 WIB atau pukul 14.05 WIT.

Karena biaya naik pesawat yang begitu mahal, disarankan agar Teman Traveler coba membeli tiket pada hari-hari tertentu, misalkan hari Selasa. Selain itu, tidak perlu membawa barang bawaan berlebih agar tidak terkena charge bagasi.

Naik Bemo Keliling Kota Rp3.000

Naik bemo khas Ambon via Instagram/minnox_27

Kendaraan umum yang satu ini cukup mudah dicari karena tersebar di seluruh sudut kota Ambon. Kalian pun dapat