Kedai Mie Sutoyo, Cwi Mie Legenda Malang dari 1940-an

Jalan-jalan ke Malang, Teman Traveler takkan kehabisan opsi untuk kulineran. Mulai dari masakan tradisional, kekinian, hingga legendaris, semua ada di Kota Bunga. Salah satu yang pantang kalian lewatkan adalah Kedai Mie Sutoyo. Tempat yang sudah eksis sejak 1940-an ini suguhkan cwi mie dengan rasa melegenda. Yuk, simak ulasannya.

Tempat Makan Keluarga

Tempat makan keluarga (c) Natalia/Travelingyuk

Jika Teman Traveler berencana menghabiskan liburan di Malang, jangan lupa luangkan waktu mampir ke Kedai Mie Sutoyo. Dijamin takkan menyesal karena rasanya memang sesuai dengan kabar yang selama ini beredar. Namun sebelum menempati bangunan keren seperti sekarang, pemiliknya sempat berjualan keliling dengan gerobak lho. Ada juga satu titik di mana mereka berdagang dengan cara mangkal di sebuah klenteng. 

img20190216124322_8YW.jpg
Area dalam kedai (c) Natalia/Travelingyuk

Soal racikan masakan, resep yang digunakan di sini telah diwariskan turun-temurun sejak 1940-an. Muliady, pengelola generasi ketiga, mengaku masih menggunakan panduan memasak yang diajarkan Sang Kakek. Benar-benar luar biasa ya?

Terkait tempat, kedai ini bisa dibilang sangat nyaman. Cocok dijadikan persinggahan saat liburan bersama keluarga. Tak hanya rapi, ruangannya juga bersih dan tidak berisik sama sekali. Para pegawainya juga sangat sigap tiap ada pelanggan datang.

Bakmi Goreng Juara

img20190216124259_cQw.jpg
Bakmi goreng juara (c) Natalia/Travelingyuk

Pertama mampir ke sini, saya

Mencicipi Nasi Jamblang Ibu Nur di Cirebon, Sampai Rela Antre!

Sedang berkunjung ke Cirebon, jangan sampai tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satunya adalah Nasi Jamblang, kuliner khas selain empal gentong. Teman Traveler perlu nih mencoba Nasi Jamblang Ibu Nur terkenal enaknya sampai rela antre. Penasara bagaimana enaknya? Yuk, ikuti perjalanan kuliner berikut ini.

Jamblang Tersohor di Kota Cirebon

Sudah ramai di pagi hari (c) Syuhuva Aufie Cindradika/Travelingyuk

Rekomendasi rumah makan yang paling sering ditawarkan pasti Nasi Jamblang Ibu Nur yang berlokasi di Jalan Cangkring II Nomor 34, dekat dengan Grage Mall.

Rumah makan ini sebegitu terkenal enaknya, baru dibuka para konsumen sudah ramai. Apalagi saat jam makan siang, dari depan pintu masuk saja terlihat antreannya.

1_vxO.jpg
Nasi Jamblang Ibu Nur Cirebon (c) Syuhuva Aufie Cindradika/Travelingyuk

Disajikan di Atas Daun Jati

Nasi Jamblang Ibu Nur
Penggunaan daun jati sebagai alas (c) Syuhuva Aufie Cindradika/Travelingyuk

Nasi Jamblang merupakan kuliner yang bisa dibilang unik. Identitas utama dari nasi ini adalah daun jati sebagai alas atau bungkusnya. Selain itu daun jati juga dianggap bisa membuat nasi menjadi lebih awet, bahkan lebih gurih dengan aromanya lebih sedap. Jadi bukan nasi jamblang jika tanpa daun jati sebagai bungkusnya.

Pilihan Lauk Beragam dan Tiada Tandingannya

3_M8v.jpg
Pilihan lauk yang disajikan (c) Syuhuva Aufie Cindradika/Travelingyuk

Sekilas memang terlihat biasa dan tidak menarik

Pulau Geleang, Si Mungil Mempesona di Karimunjawa

Dari puluhan pulau yang berada di kawasan Karimunjawa, 27 di antaranya berstatus tak berpenghuni. Namun demikian, bukan berarti masing-masing tak punya pesona alam memikat lho. Salah satunya adalah Pulau Geleang, sekali mampir ke sini, Teman Traveler dijamin bakal betah berlama-lama dan ogah pulang.

Pesona Pulau Geleang

Panorama di sekitar pulau (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Liburan bakal makin seru jika Teman Traveler menjelajah destinasi yang sedikit tak biasa. Itulah kira-kira pesona yang ditawarkan Geleang. Pulau di sisi barat Karimunjawa ini bisa ditempuh dalam waktu 1-1,5 jam perjalanan menggunakan kapal. Cukup jauh memang, namun begitu sampai kalian dijamin bakal sangat terpukau dengan keindahan yang disuguhkan.

pulau geleang
Menikmati suasana pulau (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Geleang benar-benar wajib dikunjungi jika Teman Traveler sedang mampir ke Karimunjawa. Tempatnya sangat cocok untuk bersantai karena jauh dari keramaian. Pemandangan yang ditawarkan benar-benar masih alami, sangat memanjakan mata.

Selain itu hamparan pasirnya nampak begitu putih dan terasa halus, pasti bakal bikin Teman Traveler betah berjemur atau sekedar bermain bersama sahabat maupun keluarga tercinta.

Pulau Kecil nan Mempesona

pulau geleang
Hamparan pasir putih nan lembut (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Geleang memiliki luas kurang lebih 3,5 hektar. Meski tergolong pulau kecil, tempat ini wajib masuk dalam spot wisata wajib ketika Teman Traveler liburan di

Perubahan Spektakuler Bandara Labuan Bajo, Bila ‘Diasuh’ Changi Airport

Sebagai salah satu Bali Baru yang menjadi fokus pengembangan oleh pemerintah, Labuan Bajo pun mulai berbenah di berbagai bidang termasuk bandaranya. Berbagai upaya dilakukan demi perubahan Bandara Labuan Bajo menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan dalam format lelang yang kabarnya pemenang diumumkan akhir November 2019.

Dilansir dari ekonomi.bisnis.com, salah satu kandidat dari pihak swasta asing adalah Changi Airport International Pte Ltd dari Singapura. Teman Traveler tentu sudah cukup familiar dengan kerennya Changi Airport, bukan? Nah, kira-kira apa yang akan terjadi bila Bandara Labuan Bajo ‘diasuh’ Changi? Berikut perubahannya versi Travelingyuk.

Fasilitas Lengkap

Ilustrasi Infrastruktur Memadai via shutterstock

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Changi Airport menjadi bandara terbaik dunia selama 7 tahun berturut-turut. Tentunya bukan tanpa alasan. Tempat ini memang mempunyai fasilitas sangat lengkap. Sehingga bila saja Bandara Labuan Bajo nantinya dikelola oleh Changi, maka perubahan pertama yang mungkin terjadi adalah infrastruktur lebih memadai.

Salah satu tujuan pengembangan Bandara Labuan Bajo memang untuk melakukan sejumlah perluasan di beberapa segi. Seperti runway, apron, maupun gedung terminal domestik. Hal ini dibarengi dengan peningkatan target penumpang yang menggunakan bandara.

Penerbangan Internasional Maksimal

Ilustrasi Penerbangan Internasional Maksimal via shutterstock

Hingga saat ini Bandara Komodo Labuan Bajo masih berstatus domestik. Padahal tempat ini merupakan gerbang

Intip Kota Jakarta, Lewat Jepretan Dari Mendiang Cecep Reza

Kota metropolitan Jakarta dengan hiruk pikuk kotanya dan hampir keseluruhan merupakan bangunan gedung tinggi. Semua digambarkan apik lewat jepretan mendiang Cecep Reza yang semasa hidupnya hobi fotografi. Bisa menjadi inspirasi spot fotografi dan konten media sosialmu. Ingin tahu seperti apa? Yuk, Intip Kota Jakarta berikut ini.

1, Stasiun Dukuh Atas

Hasil Karya Foto Cecep Reza di Stasiun Dukuh Atas via Instagram cecepreza_

Siapa yang menyangka stasiun kereta bisa menjadi spot foto yang menarik. Foto ini diambil Alm. Cecep Reza dengan apik, seakan bercerita suasana orang-orang sedang berlalu lalang dan menunggu datangnya kereta. Teman Traveler mungkin bisa terinspirasi mengambil sudut lain di stasiun kereta.

2. Margonda Raya Depok

Hasil Karya Foto Cecep Reza di Margonda Raya Depok via Instagram cecepreza_

Jalan terpenting di Depok yang menghubungkan dengan Jakarta ini, diambil mendiang dengan angel dari atas. Tampak asri dengan pepohonan dipinggir-pinggir jalan serta menunjukkan kesibukkan orang-orang di sekitar jalanan tersebut.

3. MRT

Hasil Karya Foto Cecep Reza di MRT via Instagram cecepreza_

Potrait dua orang ini diambil dalam Kereta MRT, dengan model berkostum nyentrik serta rona redup seakan menambah kesan sensasionalnya. Teman Traveler bisa menjadikan inspirasi untuk konten media sosial, tetapi jangan sampai mengganggu orang-orang yang naik MRT ya.

4. Pelabuhan Tanjung