4 Fakta Cempedak, Kembaran Nangka yang Enaknya Meledak

Pernah mencoba buah cempedak? atau masih asing dengan istilah itu? Kembaran buah nangka yang disebut juga cempeda ini memiliki nama khas di masing-masing daerah. Seperti Nongko Cino (Jawa), Nangka Beurit (Sunda), Cubadak Hutan (Minangkabau) dan lainnya. Salah satu buah eksotis di Indonesia tersebut punya beberapa fakta menarik lho! Yuk, simak ulasan berikut ini.

1. Sering Disangka Sama ini Perbedaan Cempedak dan Nangka

Ilustrasi Buah Cempedak via Shutterstock

Memang bila dilihat cempedak dan nangka tampak sama, tetapi ternyata beda lho. Kulit duri cempedak cenderung tumpul bahkan terkadang hanya berupa titik, kulit ini akan berubah menjadi kuning saat sudah matang. Memiliki aroma yang sangat menyengat seperti buah durian dan daging buahnya lebih lembek.

Sedangkan nangka berduri agak tajam dan warna kulit akan tetap hijau saat matang, kemudian dagingnya lebih berserat serta bentuknya ramping memanjang dengan aroma khas lembut serta manis.

Buah nangka lebih mudah di dapat hampir semua daerah tetapi cempedak lebih mudah di dapat di daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

2. Mandai Makanan Khas Kalimantan Selatan

Ilustrasi Mandai Goreng via Shutterstock

Buah Cempedak ini hampir semua bagian buahnya dapat aman dimakan, seperti Mandai yang terbuat dari daging kulitnya. Prosesnya dimulai dari direndam dengan air garam (fermentasi) selama waktu

Kuliner Nusantara ala Kedai Mbok Ben, Tamu Harap Lapar!

Teman Traveler pasti setuju jika Solo merupakan salah satu tujuan kuliner wajib di Jawa Tengah. Buat kalian yang ingin mencicipi aneka kuliner Nusantara di tempat makan semi-kafe nan keren, cobalah mampir ke Kedai Mbok Ben. Penasaran? Yuk, simak ulasannya.

Ngumpul Bareng Teman atau Keluarga

Kumpul asyik dan seru dengan sahabat atau keluarga via Instagram.com/kedaimbokben

Kedai Mbok Ben beralamat di Jalan Kana 2 no. 3, Mangkubumen, Solo. Jika mampir antara Senin hingga Sabtu, mereka biasanya buka mulai pukul 11.00 hingga 23.00. Khusus Minggu, kedai baru beroperasi antara pukul 16.00 sampai 23.00. Mengusung slogan ‘Tamu Harap Lapar’, tempat ini fokus menyajikan beragam masakan Nusantara halal, utamanya yang berasal dari Jawa.

Teman Traveler bisa pilih duduk di beberapa area berbeda. Di lantai satu terdapat area outdoor dan indoor yang mencakup area VIP, teras, dan garasi. Sementara itu, lantai dua merupakan area rooftop kece untuk nongkrong santai di malam hari.

Setiap area tersebut menawarkan ambience berbeda lantaran dihias dengan ornamen unik. Ada yang tampak semarak dengan mural kekinian, namun ada pula yang tampak syahdu dengan percikan sinar deretan lampu gantung kecil.

59871650_329846567710796_3110571036775050398_n_84U.jpg
Minuman ‘Rhum’ yang jadi via Instagram.com/kedaimbokben

Tak heran jika kedai ini sering jadi tempat ngumpul keluarga atau teman di Solo. Para mahasiswa sekitar

Gunung Merapi Meletus Lagi, ini 4 Pemicunya

Di tanggal 17 November kemarin, Gunung Merapi meletus kembali. Gunung tersebut menyemburkan awan panas setinggi 1 kilometer. Hal ini pun membuat BMKG setempat mengimbau warga sekitar untuk menjauhi radius 3 km. 

Sementara itu, kejadian ini membuat masyarakat Indonesia bertanya-tanya mengapa Gunung Merapi sering sekali bangun dari tidurnya. Ternyata, ada beberapa penyebab tertentu, Teman Traveler. Penasaran apa saja? Kita lihat ulasan di bawah ini. 

1. Gempa di area sekitar gunung 

Ilustrasi gempa via shutterstock

Salah satu penyebab yang kemungkinan besar terjadi adalah gempa di sekitar area gunung. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan untuk meletusnya gunung ini disebabkan oleh gempa Sleman yang terjadi pada 16 November 2019 dini hari.

Diketahui oleh pihak BMKG, bahwa pusat gempa Sleman ternyata tak jauh dari puncak Merapi. Apalagi ditambah dengan kondisi gunung yang sedang aktif, membuat letusan akan lebih mudah terjadi. 

2. Magma yang Mendorong ke Permukaan 

gunung merapi meletus
Magma yang mendorong ke permukaan via twitter/wow_keren

Selanjutnya, adanya dorongan magmatik yang membuat gunung menjadi memuntahkan awan panas. Menurut mantan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho (Alm), magma terus menerus mendorong ke permukaan.

Semakin besar tekanan dan juga volume magmanya, maka semakin kuat ledakan yang mungkin

Dusun Bambu Lembang, Wisata Gaya Sunda yang Cantik Menawan

Hai Teman Traveler, buat kalian yang sedang liburan di Bandung dan ingin rasakan suasana alam nan keren, ada satu tempat yang cukup recommended. Bernama Dusun Bambu Leisure Park, di sini kalian bakal disuguhi panorama alam memukau dengan deretan pondok bergaya sunda yang unik. Penasaran? Yuk, simak ulasannya.

Perjalanan Menuju Dusun Bambu

Berfoto di depan Dusun Bambu (c) Endah Lestari/Travelingyuk

Saya dan teman-teman memulai perjalanan dari Bogor menggunakan mobil. Berbekal dengan petunjuk dari Google Maps, kami mengarahkan kendaraan menuju Jalur Puncak. Kala itu sengaja berangkat malam hari demi menghindari kemacetan.

Penginapan bergaya Cottage
Kampung Layung (c) Endah Lestari/Travelingyuk

Begitu sampai di Bandung ternyata hari masih gelap. Kami lantas memutuskan untuk menginap di sekitar Alun-alun sembari menunggu pagi. Setelah mentari mulai terlihat, perjalanan langsung kami lanjutkan.

Dusun Bambu Family Leisure Park terletak di kaki Gunung Burangrang. Alamat lengkapnya ada di Jl. Kolonel Masturi km 11, Kampung Cijanggel, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jaraknya sekitar 10 km dari Terminal Ledeng dan tak terlalu jauh dari Curug Cimahi.

Mencari Parkir

Spot Foto di danau Dusun Bambu
Berpose di depan deretan bangunan keren (c) Endah Lestari/Travelingyuk
View danau dengan Cottage
Deretan cottage (c) Endah Lestari/Travelingyuk
Spot paling hits yang di buru Instagramable.
Suasananya sungguh asri (c) Endah Lestari/Travelingyuk

Begitu sampai di lokasi, Teman Traveler akan menemukan dua area parkir utama. Bila tempat pertama

Johnsto, Main-main ke Rumah Koboi di Jogja

Buat Teman Traveler yang sedang menjelajah wisata Jogja, ada satu tempat keren dan anti-mainstream yang wajib kalian kunjungi. Bertajuk Jogja Resto & Horse alias Johnsto, tempat ini tak hanya sajikan makanan enak namun juga sensasi berkuda dan memanah! Penasaran? Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Berkuda ala Koboi

Deretan kuda siap menemani liburan kalian (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Tempat wisata yang tergolong anyar ini menempati lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi. Selain memuaskan perut, di sini Teman Traveler juga bisa mencoba sensasi asyik menunggangi kuda ala koboi lho. Eits, jangan khawatir, bakal ada petugas yang mendampingi kalian sepanjang waktu. Jadi tidak perlu khawatir bakal jatuh atau celaka ya.

Teman Traveler bisa pilih, mau menunggang kuda besar atau kecil. Masing-masing dibanderol tiket Rp35.000 dan Ro30.000. Masih ragu ingin mencoba? Tenang, kalian masih bisa menjajal asyiknya memberi makan kuda kok. Keseruan ini bisa dicoba dengan bermodal Rp5.000 saja.

Buat Teman Traveler yang ingin mempelajari ilmu menunggang kuda dengan lebih mendalam, bisa juga kok. Johnsto menyediakan kursus kilat yang bisa kalian ikuti dengan membayar Rp175.000 saja.

Belajar Memanah    

img_20191110_100851_gXh.jpg
Wahana memanah (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Selain memacu kuda, di sini Teman Traveler juga bisa menguji ketangkasan di wahana memanah. Sudah tersedia sudut